Senin, 06 Mei 2013

Ujian Nasional Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah (UN SD/MI)

selengkapnya


Ujian Nasional SD/MI, SDLB, yang selanjutnya disebut UN tiada lain merupakan kegiatan pengukuran dan penilaian pencapaian kompetensi lulusan SD/MI, SDLB, secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Mata pelajaran yang dimaksud adalah Bahasa Indonesia, IPA, dan Matematika.

Disamping UN di jenjang SD/MI juga dikenal kegiatan Ujian Sekolah/Madrasah selanjutnya disebut Ujian S/M yakni kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh sekolah/madrasah.

A. Persyaratan Peserta Ujian Nasional (UN)
  1. Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di satuan pendidikan SD/MI, dan SDLB (Tunanetra, Tunarungu, Tunadaksa Ringan, dan Tunalaras).
  2. Peserta didik yang memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan sampai dengan semester 1 tahun terakhir.
  3. Peserta didik yang belajar di sekolah internasional di Indonesia yang memiliki izin untuk menerima peserta didik WNI, dapat mengikuti UN pada sekolah/madrasah penyelenggara terdekat.
  4. Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UN di satuan pendidikan yang bersangkutan, dapat mengikuti UN di satuan pendidikan lain pada jenjang dan jenis yang sama
    atau pada tempat lain yang ditentukan sebagai penyelenggara UN.
  5. Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UN dapat mengikuti UN susulan.

B. Penyelenggara UN SD/MI, SDLB

Penyelenggara UN terdiri atas Penyelenggara UN Tingkat Pusat, Penyelenggara UN Tingkat Provinsi, Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota, dan Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah.
  • Penyelenggara UN Tingkat Pusat:

    Penyelenggara UN Tingkat Pusat ditetapkan dengan keputusan Ketua BSNP yang terdiri atas unsur-unsur: Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, dan Biro Hukum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Penyelenggara UN Tingkat Provinsi

    Gubernur Kepala Daerah Tingkat I menetapkan Penyelenggara UN Tingkat Provinsi yang terdiri atas unsur-unsur: Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag).
  • Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota

    Bupati/Walikota menetapkan Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota yang terdiri atas unsur-unsur: Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
  • Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah

    Sekolah/Madrasah yang dapat menyelenggarakan UN adalah sekolah/ madrasah yang memiliki fasilitas ruang yang layak dan persyaratan lainnya yang ditetapkan oleh Penyelenggara UN Tingkat Kabupaten/Kota.

Sabtu, 04 Mei 2013

Tips Nyaman Beribadah Haji dan Umrah



REPUBLIKA.CO.ID – Setiap jamaah haji dan umrah yang datang ke Tanah Suci secara umum membawa niat untuk beribadah dan memenuhi panggilan Allah SWT.
Agar nyaman dalam beribadah, ada beberapa hal yang seyogianya diperhatikan. Berikut tips selama berada di Tanah Suci:
1. Jangan tergantung pembimbing. Jika ingin memperbanyak ibadah fardhiyah seperti membaca Alquran, berzikir, membaca buku-buku keagamaan, dan hal-hal lain yang bersifat pribadi, jangan menunggu instruksi dari pembimbing.
2. Mantapkan tata cara berhaji. Berilmu sebelum beramal adalah sesuatu yang mutlak keharusannya dalam beribadah. Demikian juga dengan ibadah haji dan umrah. Sebelum berangkat, pastikan anda sudah mengetahui seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji dan umrah.
Hal ini selain akan memudahkan anda dalam menjalani ibadah tersebut, juga akan menghindarkan perilaku-perilaku bid’ah yang tidak berdasar dan asal ikut-ikutan saja.
3. Hafalkan doa-doa. Sebenarnya tidak seluruh tempat-tempat dan waktu-waktu manasik mempunyai doa-doa khusus. Namun doa-doa yang masyru’ dan mempunyai landasan dalil yaitu hadis dari Rasulullah SAW, hendaklah dihafal. Seperti doa ketika melihat Ka’bah, doa mencium Hajar Aswad, memulai sa’i, dan lain sebagainya.
4. Buatlah kelompok kecil. Rombongan haji atau umrah yang teralalu banyak akan menyulitkan dalam koordinasi anggota. Demikian juga jika jamaah haji yang menjalani rangkaian manasiknya sendiri-sendiri. Tentu lebih tidak memungkinkan lagi. Beribadah sendiri di tempat yang baru dengan cara yang baru.
Tindakan yang terbaik adalah membagi jamaah haji atau umrah kepada kelompok-kelompok kecil yang dikomandoi oleh seorang yang berpengalaman. Jumlah anggota jangan terlalu banyak. Misalkan, maksimal delapan sampai sepuluh orang. Hal ini akan lebih mudah untuk mengkoordinir dan membatu jamaah dalam melaksanakan manasik hajinya.
selengkapnya

Minggu, 03 Maret 2013

Mengenang Kekalahan di Bukit Uhud




 Tahun ketiga hijrah Rasulullah SAW menjadi pelajaran yang sangat penting bagi kaum Muslimin. Saat itu terjadi perang Uhud yang hasilnya umat Islam dikalahkan.
Saat itu pasukan kaum musyrik sekitar 3.000 orang dan pasukan Muslimin 700 orang. Tapi bukan selisih jumlah pasukan ini yang menjadi faktor utama kekalahan.

Saat itu, Rasulullah SAW mengutus 50 orang pasukan pemanah untuk tetap di bukit dan terus memanah kaum musyrik supaya tidak sampai mengepung kaum Muslim. Apapun yang terjadi, mereka tidak boleh meninggalkan tempat yang ditunjuk Rasulullah SAW.
Aquran Surat Ali Imran ayat 152-153 mengisahkan perang ini dengan sangat berkesan. Saat mulai terdesak, musuh-musuh Islam ini minggir dengan meninggalkan hartanya begitu saja.
Rupanya, para pasukan pemanah tergoda dan akhirnya turun dari bukit untuk mengambil harta rampasan perang. Saat itulah musuh Islam berbalik menguasai bukit dan menyerang kaum Muslim.

Kondisi menjadi berbalik, kaum Muslim terdesak. Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat disebutkan sampai giginya patah dan terluka bibirnya.
Hamzah bin Abdul Muthalib yang tidak lain adalah paman Rasulullah SAW ikut gugur. Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi umat Islam untuk kemudian menggapai banyak kemajuan di masa-masa berikutnya.

Kini, makam para syuhada Perang Uhud menyisakan bekas berupa makam di hamparan tanah seluas lapangan sepak bola. Hamparan ini berada tepat di bawah bukit yang saat ini disebut Jabal Rummah (bukit pemanah).

Di hamparan itu terdapat dua jajaran batu yang membentuk empat persegi panjang. Satu bagian di bagian tengah, dan satunya lagi di pinggir bagian utara kompleks pemakaman para syuhada.
Di sekeliling makam terpasang pagar tinggi dan dilapisi plastik buram. Beberapa bagian plastik terlihat pecah dan berlubang. Dari sinilah para pengunjung bisa melihat bagian dalam komples pemakaman.
Seorang penjaga makam syuhada Uhud, Mustofa, mengungkapkan di hamparan itu terdapat 70 syuhada Perang Uhud yang dimakamkan. “Ada di antaranya makam Hamzah bin Abdul Muthalib,” tutur Mustafa.

Cuma, Mustafa mengaku tidak tahu persis di sebelah mana Hamzah dimakamkan. Dia hanya menyebut sederet nama syuhada tanpa merinci lokasinya secara persis satu per satu. Setelah itu dia memimpin doa ziarah kepada para pengunjung Kamis (28/2) lalu.

Selain dari pagar yang berlubang, sebenarnya bagian dalam kompleks pemakaman para syuhada ini bisa disaksikan secara keseluruhan dari Jabal Rummah.

Pengunjung bisa dengan mudah mendaki bukit kecil yang ketinggiannya sekitar 10 meter dari hamparan tanah di sekitarnya. Bukit ini berupa bukit batu yang sebagian sisinya berundak sehingga memudahkan pengunjung untuk mendakinya sampai puncak.

Dari bukit pemanah juga terlihat barisan bukit Uhud yang membentang dari timur ke barat. Lebar bentangan bukit Uhud ini secara keseluruhan sekitar tujuh kilometer. Bukit Uhud ini memiliki tiga puncak paling tinggi. Secara keseluruhan wilayah Uhud berada di sebelah utara Masjid Nabawi, di kota Madinah, dan tidak terlalu jauh.

Jika dijangkau dengan taksi, dari Masjid Nabawi hanya perlu waktu sekitar 10 menit untuk sampai bukit Uhud. Tarif taksinya rata-rata 10 riyal (Rp 27 ribu). Taksi di Madinah tidak seperti taksi di Jakarta.

Di kota ini, setiap kendaraan yang melintas bisa menjadi taksi, asalkan berhenti saat ada penumpang yang menyetop. Memang ada taksi yang jelas bertuliskan taksi dan tanda lampu di atapnya, tapi kebanyakan juga tidak berargo.

Sementara ini, kompleks Uhud hanya rampai dipadati pengunjung hingga pukul 12.00 waktu setempat (atau sekitar waktu shalat Dzuhur). Setelah itu, kompleks Uhud kembali sepi.

Ini terjadi karena di lokasi tersebut belum tersedia masjid yang representatif, sehingga saat azan berkumandang para pengunjung langsung bergegas meninggalkannya untuk bisa shalat di Masjid Nabawi.

Sejak selepas musim Haji tahun lalu, 2012, di area Uhud mulai dibangun masjid besar. Letaknya berseberangan dengan Jabal Rummah, dekat dengan jalan masuk ke pemakaman syuhada.

Masjid ini diharapkan bisa menjadi tempat para pengunjung bisa bertahan di Uhud sampai sore. Saat azan berkumandang mereka bisa tetap shalat tanpa harus meninggalkan kompleks Uhud.

selengkapnya

Selamat Tahun Baru 2013 !!! .

 
Powered by Blogger