Sabtu, 04 Mei 2013

Tips Nyaman Beribadah Haji dan Umrah



REPUBLIKA.CO.ID – Setiap jamaah haji dan umrah yang datang ke Tanah Suci secara umum membawa niat untuk beribadah dan memenuhi panggilan Allah SWT.
Agar nyaman dalam beribadah, ada beberapa hal yang seyogianya diperhatikan. Berikut tips selama berada di Tanah Suci:
1. Jangan tergantung pembimbing. Jika ingin memperbanyak ibadah fardhiyah seperti membaca Alquran, berzikir, membaca buku-buku keagamaan, dan hal-hal lain yang bersifat pribadi, jangan menunggu instruksi dari pembimbing.
2. Mantapkan tata cara berhaji. Berilmu sebelum beramal adalah sesuatu yang mutlak keharusannya dalam beribadah. Demikian juga dengan ibadah haji dan umrah. Sebelum berangkat, pastikan anda sudah mengetahui seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji dan umrah.
Hal ini selain akan memudahkan anda dalam menjalani ibadah tersebut, juga akan menghindarkan perilaku-perilaku bid’ah yang tidak berdasar dan asal ikut-ikutan saja.
3. Hafalkan doa-doa. Sebenarnya tidak seluruh tempat-tempat dan waktu-waktu manasik mempunyai doa-doa khusus. Namun doa-doa yang masyru’ dan mempunyai landasan dalil yaitu hadis dari Rasulullah SAW, hendaklah dihafal. Seperti doa ketika melihat Ka’bah, doa mencium Hajar Aswad, memulai sa’i, dan lain sebagainya.
4. Buatlah kelompok kecil. Rombongan haji atau umrah yang teralalu banyak akan menyulitkan dalam koordinasi anggota. Demikian juga jika jamaah haji yang menjalani rangkaian manasiknya sendiri-sendiri. Tentu lebih tidak memungkinkan lagi. Beribadah sendiri di tempat yang baru dengan cara yang baru.
Tindakan yang terbaik adalah membagi jamaah haji atau umrah kepada kelompok-kelompok kecil yang dikomandoi oleh seorang yang berpengalaman. Jumlah anggota jangan terlalu banyak. Misalkan, maksimal delapan sampai sepuluh orang. Hal ini akan lebih mudah untuk mengkoordinir dan membatu jamaah dalam melaksanakan manasik hajinya.
selengkapnya

Minggu, 03 Maret 2013

Mengenang Kekalahan di Bukit Uhud




 Tahun ketiga hijrah Rasulullah SAW menjadi pelajaran yang sangat penting bagi kaum Muslimin. Saat itu terjadi perang Uhud yang hasilnya umat Islam dikalahkan.
Saat itu pasukan kaum musyrik sekitar 3.000 orang dan pasukan Muslimin 700 orang. Tapi bukan selisih jumlah pasukan ini yang menjadi faktor utama kekalahan.

Saat itu, Rasulullah SAW mengutus 50 orang pasukan pemanah untuk tetap di bukit dan terus memanah kaum musyrik supaya tidak sampai mengepung kaum Muslim. Apapun yang terjadi, mereka tidak boleh meninggalkan tempat yang ditunjuk Rasulullah SAW.
Aquran Surat Ali Imran ayat 152-153 mengisahkan perang ini dengan sangat berkesan. Saat mulai terdesak, musuh-musuh Islam ini minggir dengan meninggalkan hartanya begitu saja.
Rupanya, para pasukan pemanah tergoda dan akhirnya turun dari bukit untuk mengambil harta rampasan perang. Saat itulah musuh Islam berbalik menguasai bukit dan menyerang kaum Muslim.

Kondisi menjadi berbalik, kaum Muslim terdesak. Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat disebutkan sampai giginya patah dan terluka bibirnya.
Hamzah bin Abdul Muthalib yang tidak lain adalah paman Rasulullah SAW ikut gugur. Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi umat Islam untuk kemudian menggapai banyak kemajuan di masa-masa berikutnya.

Kini, makam para syuhada Perang Uhud menyisakan bekas berupa makam di hamparan tanah seluas lapangan sepak bola. Hamparan ini berada tepat di bawah bukit yang saat ini disebut Jabal Rummah (bukit pemanah).

Di hamparan itu terdapat dua jajaran batu yang membentuk empat persegi panjang. Satu bagian di bagian tengah, dan satunya lagi di pinggir bagian utara kompleks pemakaman para syuhada.
Di sekeliling makam terpasang pagar tinggi dan dilapisi plastik buram. Beberapa bagian plastik terlihat pecah dan berlubang. Dari sinilah para pengunjung bisa melihat bagian dalam komples pemakaman.
Seorang penjaga makam syuhada Uhud, Mustofa, mengungkapkan di hamparan itu terdapat 70 syuhada Perang Uhud yang dimakamkan. “Ada di antaranya makam Hamzah bin Abdul Muthalib,” tutur Mustafa.

Cuma, Mustafa mengaku tidak tahu persis di sebelah mana Hamzah dimakamkan. Dia hanya menyebut sederet nama syuhada tanpa merinci lokasinya secara persis satu per satu. Setelah itu dia memimpin doa ziarah kepada para pengunjung Kamis (28/2) lalu.

Selain dari pagar yang berlubang, sebenarnya bagian dalam kompleks pemakaman para syuhada ini bisa disaksikan secara keseluruhan dari Jabal Rummah.

Pengunjung bisa dengan mudah mendaki bukit kecil yang ketinggiannya sekitar 10 meter dari hamparan tanah di sekitarnya. Bukit ini berupa bukit batu yang sebagian sisinya berundak sehingga memudahkan pengunjung untuk mendakinya sampai puncak.

Dari bukit pemanah juga terlihat barisan bukit Uhud yang membentang dari timur ke barat. Lebar bentangan bukit Uhud ini secara keseluruhan sekitar tujuh kilometer. Bukit Uhud ini memiliki tiga puncak paling tinggi. Secara keseluruhan wilayah Uhud berada di sebelah utara Masjid Nabawi, di kota Madinah, dan tidak terlalu jauh.

Jika dijangkau dengan taksi, dari Masjid Nabawi hanya perlu waktu sekitar 10 menit untuk sampai bukit Uhud. Tarif taksinya rata-rata 10 riyal (Rp 27 ribu). Taksi di Madinah tidak seperti taksi di Jakarta.

Di kota ini, setiap kendaraan yang melintas bisa menjadi taksi, asalkan berhenti saat ada penumpang yang menyetop. Memang ada taksi yang jelas bertuliskan taksi dan tanda lampu di atapnya, tapi kebanyakan juga tidak berargo.

Sementara ini, kompleks Uhud hanya rampai dipadati pengunjung hingga pukul 12.00 waktu setempat (atau sekitar waktu shalat Dzuhur). Setelah itu, kompleks Uhud kembali sepi.

Ini terjadi karena di lokasi tersebut belum tersedia masjid yang representatif, sehingga saat azan berkumandang para pengunjung langsung bergegas meninggalkannya untuk bisa shalat di Masjid Nabawi.

Sejak selepas musim Haji tahun lalu, 2012, di area Uhud mulai dibangun masjid besar. Letaknya berseberangan dengan Jabal Rummah, dekat dengan jalan masuk ke pemakaman syuhada.

Masjid ini diharapkan bisa menjadi tempat para pengunjung bisa bertahan di Uhud sampai sore. Saat azan berkumandang mereka bisa tetap shalat tanpa harus meninggalkan kompleks Uhud.

selengkapnya

Selasa, 12 Februari 2013

Sekilas tentang Mekah



Makah adalah tanah Haram yang dikukuhkan Allah sejak Langit dan bumi diciptakan, negeri yang dicintai Allah dan rastlNya serta menjadi kiblat kaum Muslimin.  Makah merupakan kota pertama di muka bumi karena menjadi tempat menetap Adan Hawa setelah bertemu di Jabal Rahmah.  Dari sini manusia berkembang biak dan menyebar ke seluruh penjuru.
Ketika Adam tinggal di Makah pertama kali beliau meminta kepada Allah agar diselamatkan dari godaan Iblis yang telah mencelakakannya di syurga. Allah mengabulkan doanya kemudian memerintahkan malaikat turun ke bumi mengelilingi tempat nabi Adam menjaganya agar iblis tidak dapat mencapainya. Tempat malaikat berjaga itu kemudian menjadi batas Tanah Haram.

Selanjutnya Nabi Ibrahim as dengan menancapkan tapal batas di tempat-tempat yang ditunjukkan oleh Malaikat Jibril.  Ada 943 tanda batas yang ditancapkan di atas bukit, lembah dan tempat lain.  Pada saat Futuh Makah, Rasulullah mengutus Tamim bis Asad untuk memperbaharui tapal batas tersebut.

Ketika rasulullah mendapatkan kemenangan dari Allah dengan menaklukan kota Makah, Rasulullah SAW berdiri di hadapan manusia menyampaikan pidatonya ”Sesungguhnya Allah telah melarang tentara bergajah masuk ke Mekah, dan Allah telah menaklukan Mekah untuk RasulNya dan orang yang beriman. Dan sesungguhnya tidak dihalalkan bagi orang sebelumku untuk menyerbu Makah. Hanya dihalalkan satu saat khusus untukku pada hari ini, dan sesungguhnya tidak dihalalkan untuk siapapun setelahku……”. Demikianlah kekhususan kota Makah yang berlaku hingga akhir jaman kelak.

Allah telah memberikan jaminan keamanan kepada seluruh makhluk yang ada Mekah. Pahala amalan di sana berlipat ganda dibandingkan dilakukan di tempat lain. Shalat di Masjidil haram 100.000 kali lebih utama dibandingkan di tempat lain. Namun demikian, dosa berbuat kejahatan di Mekah juga akan dilipatgandakan oleh Allah, sehingga seorang Muslim hendaknya menjauhkan diri dari berbuat maksiat di Mekah.


selengkapnya

Selamat Tahun Baru 2013 !!! .

 
Powered by Blogger