Rabu, 22 Juni 2011

Sertifikasi Guru Melalui Pendidikan dan Latihan

Dikutip dari Kompas - Pelaksanaan sertifikasi guru yang bertujuan menjadikan pendidik profesional mulai tahun ini mengalami perubahan signifikan. Kelayakan guru memperoleh sertifikat pendidik profesional tak lagi melalui penilaian portofolio, tetapi pendidikan dan latihan profesi guru di lembaga pendidikan tenaga pendidikan di seluruh Indonesia.
Dari kuota sertifikasi untuk 300.000 guru tahun 2011, hanya satu persen yang dijatah lulus lewat penilaian portofolio. Umumnya yang lulus merupakan guru-guru berprestasi menonjol.
Sebagian besar guru akan mengikuti pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) selama sepuluh hari di lembaga pendidikan tenaga pendidikan (LPTK) negeri dan swasta yang ditunjuk pemerintah. Para guru yang disertifikasi lewat jalur PLPG itu akan diuji kompetensi standar yang disiapkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan analisis kasus.
”Sertifikasi guru bisa jadi awal yang baik untuk memberikan kesempatan diklat buat guru dari daerah. Dari kajian-kajian, sertifikasi lewat PLPG lebih bermakna untuk peningkatan mutu guru ke depannya,” kata Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendiknas Unifah Rosyidi.
Berdasarkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) November 2010, ada 2.791.204 guru dan baru 746.700 yang lulus sertifikasi. Program itu harus selesai tahun 2015.
Menurut Unifah, uji kompetensi guru yang terstandar nasional mulai tahun ini dibutuhkan untuk pemetaan kompetensi guru. Artinya, pendidikan dan pelatihan bagi guru harus sesuai kebutuhan untuk memperbaiki kompetensi yang masih kurang.
Harapan publik
Menurut Unifah, peningkatan mutu guru tak berhenti pada sertifikasi guru. Sebab, masyarakat mempertanyakan dampaknya terhadap peningkatan kinerja dan profesionalisme guru di sekolah.
Untuk itu, pemerintah mulai menyiapkan pengembangan keprofesian berkelanjutan, baik lewat pengembangan diri maupun publikasi ilmiah/karya inovatif, serta penilaian kinerja guru.
Dian Mahsunah, Ketua Tim Sertifikasi pada Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, menambahkan, penilaian kinerja guru harus dilakukan kepala sekolah dan penilai daerah. Itu untuk membuat guru terus meningkatkan kualitas dirinya.
”Jika hasil penilaian kinerja guru belum memuaskan, ada sanksinya, termasuk menahan sementara tunjangan profesi guru atau mengurangi jam belajar. Namun, guru tetap dalam binaan dalam rangka meningkatkan lagi kinerjanya,” katanya.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Rochmat Wahab mengatakan, PLPG memang cara yang lebih baik untuk meningkatkan mutu guru melalui sertifikasi guru. Namun, perlu direncanakan dengan matang karena perlu juga kesiapan LPTK untuk bisa melaksanakan dengan baik. Selain itu, sertifikasi juga harus transparan.


selengkapnya

Jumat, 17 Juni 2011

Gebyar Seni di Akhir tahun Pelajaran 2010-2011


 Sekolah Dasar  Negeri Sukorejo 1 Gondanglegi Malang menutup akhir tahun pelajaran 2010 – 2011 dengan menggelar gebyar seni dan hiburan Elektone , di halaman sekolah pada malam hari setelah acara perpisahan dan kenaikan kelas yaitu pada hari Rabu tanggal 15 Juni 2011 jam 20.00 WIB sampai selesai.
Dalam kegiatan tersebut, setiap kelas menampilkan kreasi seni yang ditonton para orang tua dan tamu undangan .
Kepala SDN  Sukorejo 1 mengatakan, momentum gebyar seni itu dipadukan dengan peringatan Hari Kartini, Hari Pendidikan, dan Hari Kebangkitan Nasional.
Dalam gebyar seni tersebut tampak keceriaan di wajah siswa-siswi tersebut.
Atraksi seni yang ditampilkan seperti tarian khas daerah  dengan tari kreasi anak-anak, gerak dan lagu, tari kreasi baru, serta lainnya.
Para orang tua dan tamu yang menonton dibuat gemas dengan penampilan anak-anak mereka. Terkadang terlihat kesalahan saat bergaya, namun justru membuat penonton yang menyaksikannya tersenyum.
selengkapnya

Rabu, 01 Juni 2011

Stadion Kanjuruhan Jadi Arena Jambore Pemuda Indonesia


Kabupaten Malang ditunjuk menjadi tuan rumah Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2011. Gelaran akbar JPI yang di hadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng itu, dipusatkan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, tanggal 1 Juni 2011.

Peserta JPI diikuti tidak kurang dari 1.300 orang. Mereka datang dari seluruh Propinsi di Indonesia. Tujuan di selenggarakannya JPI adalah, guna meningkatkan kerukunan diantara pemuda se Indonesia. Selain itu, untuk mengenal dan tukar budaya antar Kota/Kabupaten di seluruh Nusantara. "JPI berlangsung selama enam hari. Peserta, wajib mengikuti kegiatan yang sudah disiapkan oleh Kemenpora.

Dengan digelarnya JPI, diharapkan pemuda Indonesia lebih mencintai budaya sendiri ketimbang budaya asing. Lebih dari itu, harapan diselenggarakannya JPI, pada diri setiap peserta muncul semangat nasionalisme dan mencintai Indonesia.
"Berbagai kegiatan akan dilakukan para pemuda dari seluruh Indonesia selama Jambore berlangsung.

Sejumlah agenda kegiatan yang dilakukan antara lain perlombaan seni dan olahraga, pameran produk unggulan karya pemuda Indonesia, bakti sosial, dan penghijauan.

"Selain itu, setiap provinsi juga diminta menyiapkan dua wakilnya (putra dan putri) untuk ajang pemilihan duta wisata yang rencananya digelar di Kota Batu,

Dalam rangkaian Jambore Pemuda tersebut, Jatim juga akan menerima perwakilan pemuda dari Lampung, Bengkulu dan Papua untuk program Bakti Pemuda Antar Provinsi.demikian menurut sumber yang dipercaya di arena JPI 2011

.

selengkapnya

Selamat Tahun Baru 2013 !!! .

 
Powered by Blogger