Nilai tinggi dalam Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tidak lagi didominasi siswa Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari kota besar seperti Surabaya.
Justru siswa SD / MI yang mendominasi peringkat besar nilai tertinggi dalam UASBN berasal dari luar Sedangkan Surabaya hanya mampu menempati urutan 17 dari 45 rayon penyelenggara UASBN di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
“Untuk 5 besar nilai tertinggi MI didominasi siswa asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto yang meraih posisi 2 hingga 5 besar. Sedangkan peringkat pertama diarih siswa MIN Malang I, Kota Malang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Harun dalam rapat evaluasi pelaksanaan UASBN di Kantor Dinas P dan K Provinsi Jatim, Jalan Jagir Wonokromo, Senin (14/6/2010).
Justru siswa SD / MI yang mendominasi peringkat besar nilai tertinggi dalam UASBN berasal dari luar Sedangkan Surabaya hanya mampu menempati urutan 17 dari 45 rayon penyelenggara UASBN di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
“Untuk 5 besar nilai tertinggi MI didominasi siswa asal MI Mi’rojul Ulum, Kabupaten Mojokerto yang meraih posisi 2 hingga 5 besar. Sedangkan peringkat pertama diarih siswa MIN Malang I, Kota Malang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Harun dalam rapat evaluasi pelaksanaan UASBN di Kantor Dinas P dan K Provinsi Jatim, Jalan Jagir Wonokromo, Senin (14/6/2010).

